KOMBINASI TEPUNG TERIGU DAN TEPUNG TAPIOKA TERHADAP DAYA KEMBANG DAN SIFAT ORGANOLEPTIK KERUPUK TERUBUK (Saccharum edule Hasskarl)

  • Ramadhani Chaniago Universitas Muhammadiyah Luwuk
  • Darni Lamusu Universitas Muhammadiyah Luwuk
  • Lutfi Samaduri Universitas Muhammadiyah Luwuk
Keywords: ability to swell, organoleptic, crackers, terubuk

Abstract

Terubuk processing techniques are still simple, such as processed into vegetables. Therefore, it is necessary to diversify food, namely making crackers in powder. Crackers are a type of small food that undergoes volume development forming a product that is porous and has a low density during the frying process. This study aims to determine the growth and organoleptic properties of crackers made from powder (Saccharum edule Hasskarl). this study was designed using a Completely Randomized Design (CRD) arranged with 1 factor, namely: A1 = 100 gram wheat flour + 200 gram tapioca flour + 100 gram flour; A2 = 150 gram wheat flour + 100 gram tapioca flour + 150 gram powder; A3 = 100 gram flour + 150 gram tapioca flour + 100 gram powder. Based on the organoleptic test results showed that: The best flower power is shown in treatment A1 (100 gram wheat flour + 200 gram tapioca flour + 100 gram flour) which is 75.58%. The panelist's assessment or organoleptic test of the combination of wheat flour, tapioca tapung and terubuk gave no significant effect on color, taste and texture and gave a real influence on the aroma of crackers made in powder. The best treatment based on the panelist's assessment is treatment (A2) Wheat flour 150 grams + Tapioca flour 100 grams + Powdered 150 grams. Where these crackers have a color value of 3.75 rounded to 4 (likes); the aroma value of 3.93 is rounded to 4 (likes); the flavor value of 3.57 is rounded to 4 (likes) and the texture value is 3.75 (likes).

References

Agusman. 2013. Pengujian Organoleptik. Teknologi Pangan Universitas Muhammadiyah Semarang. Semarang.
Charalambus. 1995. Food Flavour. Elvesien. Netherland.
Fajriyati, M. 2012.Sifat-sifat Organoleptik Pengolahan produk. UniversitasNegeri Bangka Blitung (UBB):Bangka Blitung.
Hudaya, S. dan S. Daradjat. 1980. Dasar-Dasar Pengawetan I. Departemen Pendidikan dan Kebudayaan. Jakarta.
James G. 2004. Sugarcane (Second Edition). United Kingdom: Blackwell Science.
Kartini, Istiqamah. 2006. Pengaruh Lama pengeringan dan Variasi Perbandingan Formula Terhadap Karakteristik Kerupuk Tiras.Skripsi. Jurusan Teknologi Pangan. Universitas Pasundan : Bandung.
Kusumaningrum, I. 2009. Analisis Faktor Daya Kembang dan Daya Serap Kerupuk Rumput Laut pada Variasi Proporsi Rumput Laut (Eucheumacottoni).Studi Teknologi Perikanan Jurusan Budidaya Perikaan FPIK Universitas Mulawarman.Samarinda.
Ketaren, S. 1986. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Cetakan Pertama. Jakarta : UI-Press.
Koswara, Sutrisno. 2009. Teknologi Pengolahan Pangan. Jakarta: Erlangga.
Nangimam. 2014. Kandungan Gizi dan Manfaat Terubuk.http://www.nangimam.com/2014/03/KANDUNGAN-GIZI-DAN-MANFAAT-TEBU-UNTUK-KESEHATAN.html.Diakses : 14 April 2019.
Nasiru,M. 2011. Effect of Cooking Time and Potash Concentration on Organoleptic Properties of Red and White Meat dalam Ayustaningwarno, F. 2014.Teknologi Pangan; Teori Praktis dan Aplikasi. Graha ilmu. Yogyakarta.
Naruki S. 1991. Kimia dan Teknologi Pengolahan Daging. PAU Pangan dan Gizi, Universitas Gadjah Mada.Yogyakarta.
Pradipta, I. 2011. Karakteristik Fisikokimia dan Sensoris Snack Bars Tempe Dengan Penambahan Salak Pondoh Kering. [Skripsi]. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian, Fakultas Pertanian: Universitas Sebelas Maret, Surakarta.
Qinah, E. 2009. Pengaruh Konsetrasi Gula Pasir dan Tepung Ketan tehadap Sifat Kimia, Organoleptik serta Daya Simpan Dodol Ubi Jalar Ungu . Skripsi. Fakultas Kesehatan Masyarakat. Universitas Sumatra Utara. Medan.
Susanti, M.R. 2007. Difersifikasi Produk Opak dengan Penambahan Daging Ikan Layur (Trichiuruasp). Skripsi Program Studi Hasil Perikanan, Fakultas Teknologi Industri, Institut Sains dan Teknologi AKPRIND.Yogyakarta.
Susanto, T. 1995. Kemungkinan Tulang Ternak Sebagai Bahan Baku Gelatin. Prosiding Seminar Sehari Aspek-aspek Agribisnis Peternakan. Surabaya.
Soekarto. 1990. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan HasilPertanian. Jakarta: Bhatara Aksara.
Soekarto ST. 2012. Penelitian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Liberty. Yogyakarta.
Van den Bergh, M. H. 1994. Cosmos caudatus Kunth, p. 152-153. In: J. S. Siemonsma and K. Piluek (Eds.). Plant Resources of South-East Asia. PROSEA: Vegetables. Prosea. Bogor.
Wahyono, Rudy dan Marzuki. 2003. Seri Agritekno: Pembuatan Aneka Kerupuk. Jakarta: Penebar Swadaya.
Winarno, F. G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Winarno FG. 2004. Kimia pangan dan gizi. Gramedia. Pustaka Utama. Jakarta.
Yusmeiarti. 2008. Pemanfaatan dan Pengolahan Daging Sinawang (Pangium edule Rienw) untuk Pembuatan Kerupuk . Buletin BIPD. XVI (2):1-8.
Zulfani, R. 1992. Pengaruh Berbagai Tingkat Suhu Penggorengan Terhadap Pola Pengembangan Kerupuk Sagu Goreng. Jurusan Teknologi Pangandan Gizi, Institut Pertanian Bogor.
Published
2019-06-30
Section
Articles