UJI ORGANOLEPTIK JALANGKOTE UBI JALAR UNGU ( Ipomoea batatas L) SEBAGAI UPAYA DIVERSIFIKASI PANGAN

  • Darni Lamusu
Keywords: purple sweet potato, jalangkote, flour

Abstract

This study aims to determine the organoleptic test of purple sweet potato jalangkote The analysis of research data is designed with Completely Randomized Design which is arranged with 1 factor that is purple sweet potato (J) : J0 = 50% purple sweet potato flour + 50% wheat flour; J1 = 60% purple sweet potato flour + 40% wheat flour; J2 = 70% purple sweet potato flour + 30% wheat flour; J3 = 80% purple sweet potato flour + 20% flour. Based on the results of organoleptic tests showed that the panelist's assessment of jalangkote sweet potato products gave a very real effect on the color, aroma and texture of jalangkote, Then give no real influence on jalangkote sweet potato flavor purple. The best treatment based on panelist appraisal was treatment of J3 ie 80% purple sweet potato flour + 20% flour in color (4.15) and flavor (4.25). Then the best treatment on the scent (4.50) and texture (4.45) is the treatment of 50% purple sweet potato flour + 50% wheat flour

References

Anjarsari, B. 2010. Pangan Hewani Fisiologi Pasca Mortem dan Teknologi. Graha Ilmu, Yogyakarta.
Asosiasi Produsen Tepung Terigu Indonesia (APTINDO). 2012. Laporan APTINDO Tahun 2012. APTINDO. Jakarta.
Bintoro, V.P. 2008. Teknologi Pengolahan Daging dan Analisis Produk. Universitas Diponegoro, Semarang.
De Man, J. M., 1997. Kimia Makanan. Alih Bahasa: Kosasih P. Institut Teknologi Bandung. Bandung.
Djami, S.A. 2007. Prospek Pemasaran Tepung Ubi Jalar ditinjau dari Potensi Permintaan Industri Kecil di Wilayah Bogor. (Skripsi). Institut Pertanian Bogor.
Iriyanti, Y. 2012. Subtitusi Tepung Ubi Ungu dalam Pembuatan Roti Manis, Donat dan Cake Bread. Universitas Negeri Yogyakarta. Yogyakarta.
Kartika, B., P. Hastuti, dan W. Supartono. 1988. Pedoman Uji Inderawi Bahan Pangan. Yogyakarta: Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi Universitas Gadjah Mada.
Ketaren, 2005. Pengantar Teknologi Minyak dan Lemak Pangan. Universitas Indonesia Press. Jakarta.
Khaldun, I. Erlidawati dan Munzir. 2013. Kestabilan Zat Warna Alami dari Umbi Ketela Ungu (Ipomoea batatas). Jurnal Chimica Didactica Acta. Vol 1 (1) pp 34-40.
Kusmawati, Aan, H. Ujang, dan E. Evi . 2000. Dasar-Dasar Pengolahan Hasil Pertanian I.. Central Grafika. Jakarta.
Lidiasari, E., et al. Pengaruh Suhu Pengeringan Tepung Tapai Ubi Kayu Terhadap Mutu Fisik dan Kimia Yang Dihasilkan. Jurnal Teknologi Pertanian. Universitas Sriwijaya, Sumatera Selatan.
Naruki, S. 1991. Kimia dan Teknologi Pengolahan Daging. Bahan Ajar. Pusat Antar Universitas Pangan dan Gizi. UGM. Yogyakarta.
Santoso, Umar dan Murdijati Gardjito. 1999. Hand Out Teknologi Pengolahan Buah-buahan dan Sayuran. Yogyakarta: Jurusan Teknologi Pengolahan Hasil Pertanian Fakultas Teknologi Pertanian UGM.
Samber, Loretha Natalia, Semangun, Haryono dan Prasetyo, Budhi. 2013. Ubi Jalar Ungu Papua Sebagai Sumber Antioksidan. Seminar Nasional X Pendidikan Biologi FKIP UNS. Semarang.
Susiwi. 2009, Jurnal Penilaian Organoleptik (Handout)”. FPMIPA. Universitas Pendidikan Indonesia, 2009.
Sugiyono. 2013. Metode Penelitian Kuantitatif, Kualitatif dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Soekarto. 2002. Penilaian Organoleptik Untuk Industri Pangan dan Hasil Pertanian. Institut Pertanian Bogor. Bogor.
Soeparno, 1992. Ilmu dan Teknologi Daging. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Wahidah, N. 2010. Komponen - Komponen yang Memengaruhi Cita Rasa Bahan Pangan.http://www.idazweek.co.cc/2010/02/komponen-komponen-yangmemengaruhi- cita.html.
Winarno, F.G. 1997. Kimia Pangan dan Gizi. Gramedia Pustaka Utama. Jakarta.
Zuhra, C. F. 2006. Cita Rasa (Flavor). Departemen Kimia FMIPA. Universitas Sumatera Utara. Medan.
Zuhrina. 2011. Pengaruh Penambahan Tepung Kulit Pisang Raja (Musa Paradisiaca) Terhadap Daya Terima Kue Donat. Skripsi. Medan: Universitas Sumatra Utara.
Published
2018-06-30
Section
Articles