https://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/issue/feedJurnal Pengolahan Pangan2025-01-09T02:09:36+00:00Dr. If'all, S.TP., M.Siifall@unisapalu.ac.idOpen Journal Systems<p style="text-align: justify;">Jurnal Pengolahan Pangan merupakan media publikasi karya ilmiah yang diterbitkan oleh Fakultas Pertanian Universitas Alkhairaat Palu. Jurnal ini diterbitkan dalam rangka untuk mempromosikan dan menyebarluaskan pengetahuan dan teknologi yang berhubungan dengan pengolahan pangan terutama hasil pertanian, perikanan, peternakan. Jurnal Pengolahan Pangan terbit dua edisi dalam satu tahun yaitu bulan Juni dan Desember</p>https://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/142INOVASI PRODUK KUE TALAM BERBASIS DAUN KALE 2024-12-31T09:41:18+00:00Nikita Diva Maharaninikitadivam@gmail.comDendi Gusnandinikitadivam@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk memberikan inovasi produk kue talam dengan memanfaatkan warna alami yang berasal dari daun kale. Kue talam sendiri merupakan salah satu makanan tradisional yang populer di berbagai daerah di Indonesia. Namun, menggunakan warna sintetis pada kue talam dapat menimbulkan sejumlah efek negatif terhadap lingkungan dan kesehatan manusia. Dalam penelitian ini, pewarna sintetis yang biasanya digunakan untuk membuat kue talam diganti dengan pewarna alami alternatif yang terbuat dari daun kale. Pigmen alami seperti klorofil yang ditemukan dalam daun kale memiliki kemampuan untuk mewarnai kue talam dengan warna hijau yang menarik tanpa memerlukan bahan kimia berbahaya. Metode penelitian menggunakan metode eksperimental yang meliputi tahap ekstraksi pigmen dari daun kale, evaluasi kualitas dan stabilitas pewarna alami yang diperoleh, serta penerapan pengujian terhadap beberapa formula kue talam yang menggunakan pewarna alami tersebut. Selain itu, dilakukan survei dengan cara penyebaran kuesioner uji organoleptik kepada 100 panelis untuk mengetahui preferensi konsumen terhadap kue talam berbasis daun kale. Selain memberikan manfaat dari segi kesehatan dan lingkungan, penggunaan bahan pewarna alami juga dapat meningkatkan harga kue talam di pasaran. Penelitian ini dapat menjadi sarana untuk menciptakan produk makanan dengan pewarna alami lainnya dengan memanfaatkan sumber daya alam yang melimpah di Indonesia.</p>2024-12-31T09:16:29+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/249PENGARUH PENAMBAHAN BAHAN DASAR ACCID TERHADAP CIRI FISIK DAN PENERIMAAN SENSORIS PADA MINUMAN KALE (BRASSICA OLERACEA VAR. SABELLICA)2025-01-09T02:09:36+00:00Maulana Siddikmaulanasidik0620@gmail.comMhd. Iqbal Nusamaulanasidik0620@gmail.comSaiful Bahri Saarimaulanasidik0620@gmail.comNorman Ismanmaulanasidik0620@gmail.com<p>Kale (<em>Brassica oleracea var. sabellica</em>) dikenal sebagai superfood dengan kandungan gizi yang tinggi, namun tantangan dalam pengembangan minuman berbasis kale terkait karakteristik fisik dan penerimaan sensoris masih menjadi hambatan utama. Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi pengaruh penambahan bahan dasar accid (asam organik) terhadap ciri fisik (pH, total padatan terlarut, viskositas, dan warna) serta penerimaan sensoris (rasa, aroma, dan tekstur) pada minuman kale. Penelitian dilaksanakan di Laboratorium Malaysian Agricultural Research and Development Institute (MARDI) dari 6 September 2024 hingga 11 September 2024, menggunakan Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 4 perlakuan dan 10 ulangan. Hasil analisis menunjukkan bahwa penambahan asam gelugur, asam sitrik, lemon, dan jeruk kasturi berpengaruh signifikan terhadap pH, di mana jeruk kasturi memiliki pH tertinggi (4.3980). Analisis total padatan terlarut (TSS) menunjukkan lemon memiliki nilai tertinggi (28.8000), sementara viskositas tertinggi tercatat pada lemon (27.92 ± 0.70 cP). Hasil analisis sensoris menunjukkan preferensi yang lebih tinggi terhadap minuman dengan penambahan lemon. Penelitian ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan produk minuman sehat berbasis kale yang tidak hanya bernutrisi tinggi, tetapi juga disukai oleh konsumen.<br>Kata kunci: Asam Gelugur, Asid, Kale, Lemon, Limau Kasturi.</p>2024-12-31T09:21:50+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/143INOVASIBUTTER CAKE BERBASIS BAYAM MERAH2024-12-31T09:41:19+00:00Tsania Hanan RahmaniTsniahanan@gmail.comDendi GusnandiTsniahanan@gmail.com<p>Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menambah inovasi pada produk pastry yaitu butter cake berbasis bayam merah, karena masih sedikit olahan dari bayam merah. Bayam merah adalah jenis tumbuhan Amaranthacea yang berasal dari Amerika Tropik. yang akan digunakan oleh peneliti untuk mengukur tingkat kepuasan pelanggan terhadap produk Buttercake bayam merah. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui formulasi resep butter cake dengan bayam merah. Penulis juga berharap bayam merah dapat digunakan sebagai pewarna alami dan memberi rasa baru pada cake butter. Pada proses pengembangan resep, jumlah bayam merah yang tepat dipilih untuk mempertahankan rasa dan tekstur butter cake agar tetap mempertahankan nutrisi bayam merah. Hasilnya menunjukkan bahwa inovasi ini memiliki potensi untuk menjadi alternatif makanan sehat yang menarik secara visual dan sensoris. Penambahan bayam merah secara signifikan meningkatkan penerimaan rasa, aroma, dan tekstur butter cake. Oleh karena itu, masyarakat mungkin melihat lebih banyak pilihan makanan sehat yang menarik dengan inovasi ini. Penelitian ini dilakukan dengan metode eksperimen. Penulis melakukan uji daya terima konsumen dan uji organoleptik dengan meneyabarkan kuisioner kepada 100 relawan di wilayah Bandung dari berbagai profesi. Teknik pengumpulan data yang penulis lakukan dalam penelitian yaitu: Studi Pustaka, menyebar kuisioner, dan Eksperimental.</p> <p> </p> <p>Kata Kunci: Inovasi, pastry, Butter cake, bayam merah</p>2024-12-31T09:24:53+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/144MODIFIKASI PRODUK KOLAK CANDIL BERBASIS LABU MADU 2024-12-31T09:42:53+00:00Intan Sabilaintansabila14@gmail.comTito Pandu Raharjointansabila14@gmail.comDendi Gusnadiintansabila14@gmail.com<p>Penelitian ini membahas tentang pemanfaat labu madu sebagai pengganti bahan dasar ubi jalar pada pembuatan kolak candil. Kolak candil adalah jenis makanan khas nusantara yang berasal Jawa yang memiliki tekstur lembut dan kenyal. Pada umumnya kolak candil terbuat dari olahan bahan dasar ubi jalar, namun kali ini peneliti merubah bahan dasar memodifikasi labu madu sebagai bahan dasar kolak candil. Labu madu memiliki banyak manfaat dalam tubuh manusia karena memiliki kandungan gizi dan serat yang cukup tinggi. Dengan demikian tujuan dari penelitian ini mencoba memodifikasi labu madu sebagai bahan dasar kolak candil untuk menjadikan sebuah variasi baru dalam makanan tradisional kolak candil yang sehat dan bergizi serta memiliki serat dan vitamin C yang tinggi, sehingga dapat bermanfaat bagi tubuh manusia. Pada penelitian ini bertujuan untuk mendapatkan formulasi resep yang tepat serta untuk mengetahui daya terima konsumen dengan cara menyerbarkan kuisioner uji organoleptik kepada 100 panelis di Kabupaten Bandung. Penelitan ini merupakan penelitian menggunakan metode eksperimental dengan memanfaatkan labu madu sebagai bahan dasar dari kolak candil. Hasil dari penelitian ini didapatkan melalui formulasi resep yang tepat yaitu dengan menggunakan 150 gram tepung ketan dan 200 gram labu madu sebagai bahan dasar dari produk kolak candil. Berdasar dari hasil uji organoleptik yang dikumpulkan melalui kuisioner untuk mengetahui daya terima konsumen menunjukan bahwa produk dapat diterima dan disukai oleh panelis.</p>2024-12-31T09:35:51+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/146IMPLEMENTASI SISTEM MANAJEMEN KEAMANAN PANGAN PADA KITCHEN DEPARTEMEN HOTEL SAHID JAYA LIPPO CIKARANG2025-01-01T09:31:35+00:00Azka Nanda Puspitaazkananda4@gmail.comDendi Gusnadiazkananda4@gmail.comUmi Sumarsihazkananda4@gmail.com<p>Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi implementasi sistem manajemen keamanan pangan (SMKP) pada <em>Kitchen</em> Department Hotel Sahid Jaya Lippo Cikarang dalam menjaga keamanan pangan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah kualitatif deskriptif dengan teknik pengumpulan data melalui observasi partisipatif, penelitian ini melibatkan survei dan wawancara untuk memahami tingkat kesadaran dan pemahaman staff <em>kitchen</em> tentang standar keamanan pangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar staff kitchen memiliki pemahaman tentang pentingnya keamanan pangan, tetapi kesadaran terhadap aspek-aspek spesifik dan praktik terbaik masih bervariasi. Beberapa staff <em>kitchen</em> menunjukkan kesadaran yang tinggi, sementara yang lain mungkin perlu lebih banyak informasi dan pelatihan untuk meningkatkan pemahaman mereka. Meskipun tidak ada peraturan tertulis yang mengatur standar keamanan pangan, pemahaman dan kesadaran staff <em>kitchen</em> terhadap hal ini penting untuk mencegah potensi masalah kesehatan tamu dan reputasi hotel.</p>2024-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/150PERSEPSI KONSUMEN TERHADAP KUALITAS PRODUK DI CENDANA CATERING2025-01-02T02:35:44+00:00Pramudya Ibnupramudyaibnu7@gmail.comSiti Zakiahpramudyaibnu7@gmail.com<p>Industri jasaboga merupakan industri yang paling banyak diminati oleh berbagai kalangan. Di Indonesia sendiri, perkembangan bisnis katering dapat dikatakan sudah begitu pesat penyebarannya. Usaha katering merupakan usaha yang paling popular di bidang boga, disetiap kesempatan dan momen suatu acara kita sering menjumpai aneka makanan enak yang disajikan dengan menarik oleh pengusaha catering. Kualitas merupakan salah satu kunci untuk bersaing di pasar. Para pelaku bisnis harus selalu meningkatkan kualitas produk atau jasanya karena dengan meningkatkan kualitas produk dapat membuat pelanggan puas dengan produk atau jasa yang diberikannya dan mendorong mereka untuk membeli kembali produk tersebut. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui bagaimana persepsi konsumen terhadap kualitas produk di Cendana Catering dapat terbangun. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif deskriptif, pengumpulan data berupa wawancara secara langsung kepada 5(lima) responden guna memperoleh data. Hasil dari penelitian ini adalah Cendana Catering berhasil untuk membangun reputasi yang positif dan memuaskan dalam berbagai macam aspek, juga Cendana Catering berhasil menjaga konsistensinya antara penampilan menu dengan hasil akhir produk yang didapat oleh konsumen, yang mana itu menciptakan rasa percaya dan kenyamanan bagi konsumen.</p> <p>Kata kunci: jasaboga; katering; kualitas produk; persepsi konsumen</p>2024-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/174PENGEMBANGAN SMART EDIBLE PACKAGING BERBAHAN ALGINAT DENGAN PENAMBAHAN EKSTRAK BUNGA TELANG DAN TEPUNG CANGKANG TELUR AYAM2025-01-02T02:35:11+00:00Michellyn Alvinamichellynalvina2002@gmail.comRachel Meiliawati Yosharirachelmy@ukwms.ac.idIgnasius Radix A.P. Jatiradix@ukwms.ac.id<p>Smart edible packaging is a type of packaging that includes smart agents and can be made using alginate, chicken eggshell flour and butterfly pea flower extract. The smart agents added to the packaging help to increase its sturdiness, elasticity, and ability to detect and respond to changes in the quality of the packaged products. The purpose of the study was to investigate the physicochemical properties and capabilities of smart edible packaging as a food packer. The data collected was analyzed using ANOVA (α = 5%) and continued with the DMRT test (α = 5%). The results showed that there is an interaction between the concentration of chicken eggshell flour and the ratio of butterfly pea flower extract, which has a significant effect on tensile strength factors (2.9227-12.1723N/mm2), % elongation (18.02-40.7733%), and WVTR (96.9625-203.9756g/m2/24 hours) in smart edible packaging. However, the total anthocyanin factor (0.1364-3.0757mg cy-3-glu eq/100g ingredient), total phenol (158.8844-998.0301mg GAE/100g ingredient), and antioxidant activity (4.1734-90.6775%) were only influenced by the concentration of butterfly pea flower extract. The study found that the use of smart edible packaging, specifically treatment T3, can help maintain the quality of chicken meat during storage.</p>2024-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/158PEMANFAATAN PALM STEARIN OIL SEBAGAI BAHAN BAKU EDIBLE COATING TERHADAP KUALITAS BUAH SALAK PONDOH SLEMAN2025-01-02T02:34:06+00:00Reza Widyasaputrarezaws@instiperjogja.ac.idRyan Firman Syahryansuparman@gmail.comDharma Safitrarezasaputra73@ymail.comCatur Prayogopangan.majalah@gmail.com<p>Produk hortikultura terutama sayur dan buah memiliki sifat mudah rusak, dan tidak dapat bertahan dalam waktu lama. Selain itu, beberapa komoditas buah masih melakukan proses metabolisme setelah panen (buah klimakterik) sehingga menyebabkan masa simpannya pendek. Pemanfaatan stearin pada pembuatan edible coating mempunyai fungsi sebagai bahan untuk memperbaiki permeabilitas uap air, fleksibilitas serta dapat menimbulkan efek kilap. Penelitian dilakukan selama enam bulan dari Mei – Oktober 2023 dengan menggunakan stearin sebagai bahan baku coating untuk buah salak pondok, Sleman. Penelitian dilakukan dengan beberapa variabel jumlah penggunaan stearin yaitu 0 % (kontrol/tanpa penambahan stearin), 0.2 % dan 0.4 % dan 0.6 %. Parameter pengukuran dalam penelitian ini adalah susut bobot, total padatan terlarut, indeks kecoklatan dan kekerasan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pelapisan edible film dengan penambahan stearin tidak menunjukkan pengaruh yang nyata pada parameter susut bobot, total padatan terlarut, indeks kecoklatan dan kekerasan. Penambahan stearin hingga maksimal 0.6% belum mampu untuk mempertahankan kualitas buah salak hingga lebih dari 10 hari.</p> <p><br><br></p>2024-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/170PENGARUH KEMASAN YANG BERBEDA DAN MASA INKUBASI TERHADAP KUALITAS ORGANOLEPTIK TEMPE KEDELAI (Glycine max (L.) Merrill)2025-01-02T03:12:11+00:00Hilarius Jago Dudahilariusjd@yahoo.co.id<p><strong>Abstrak </strong></p> <p>Indonesia adalah salah satu negara yang memiliki kekayaan sumber daya alam pangan yang berlimpah seperti biji-bijian yang memiliki zat gizi tinggi. Salah satu biji-bijian yang memiliki nilai gizi tinggi adalah kacang kedelai. Dimana kacang kedelai terkenal dengan protein yang cukup tinggi dengan asam amino yang cukup lengkap. Pada saat ini kacang kedelai sering diolah menjadi tempe. Namun tempe saat ini banyak dominan dibungkus oleh plastic. Pada penelitian tersebut tempe dibuat dengan kemasan yang berbeda yaitu plastic, daun pisang, dan daun jambu. Plastik dan daun biasanya digunakan sebagai pembungkus tempe selama proses fermentasi. Tujuan penelitian ini dilakukan adalah untuk mengetahui perbedaan penggunaan jenis pembungkus dan masa inkubasi terhadap organoleptik tempe kacang kedelai. Metode yang digunakan adalah eksperimental. Rancangan dalam penelitian ini menggunakan rancangan acak lengkap (RAL) 2 faktor. Kelompok pertama adalah kelompok perlakuan yang menggunakan berbagai bahan kemasan tempe yang umum digunakan oleh masyarakat yaitu daun pisang, daun jambu, dan kemasan plastik, dan kelompok kedua adalah lama inkubasi tempe yakni 36 jam, 42 jam, dan 48 jam. Data Analisis diolah dengan menggunakan metode Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan teknik analisis Two Way Anova (Anava 2 x 2). Uji organoleptik diolah dengan menggunakan metode Friedman Test. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perbedaan jenis pembungkus dan lama inkubasi berbeda nyata terhadap organoleptik parameter warna, aroma, rasa, dan tekstur (p>0,05). Dari data organoleptic terlihat bahwa pembungkus yang terbaik adalah daun jambu, lalu disusul daun pisang, dan plastic. Masa inkubasi terbaik yaitu 42 jam disusul 36 jam dan 48 jam.</p>2024-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Panganhttps://pengolahanpangan.jurnalpertanianunisapalu.com/index.php/pangan/article/view/156FORMULASI KERUPUK SAGU DENGAN PENAMBAHAN TAPIOKA DAN TERIGU2025-01-02T03:22:34+00:00Yulia Dwi Ningsih Yuliyulia_ningsih@student.untan.ac.idMaherawatiyulia_ningsih@student.untan.ac.idSuko Priyonoyulia_ningsih@student.untan.ac.id<p>Kerupuk adalah makanan ringan yang dibuat dari bahan berpati, bersifat kering dan renyah. Kerupuk yang berbahan dasar sagu pada umumnya dikenal dengan nama kerupuk sagu. Kerupuk sagu umumnya mempunyai daya kembang yang rendah, sehingga perlu dilakukan usaha untuk meningkatkan kualitas kerupuk sagu dengan menambah bahan lain. Penambahan tapioka dan terigu merupakan salah satu cara untuk meningkatkan kualitas kerupuk sagu. Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui perbedaan karakteristik fisikokimia kerupuk sagu dengan penambahan tapioka dan terigu, serta Untuk mengetahui formulasi terbaik kerupuk sagu dengan penambahan tapioka dan terigu. Rancangan yang digunakan adalah Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan satu faktor yaitu formulasi sagu : tapioka : terigu (k) yang terdiri dari 6 perlakuan dan 4 kali ulangan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa formulasi pati sagu, tapioka dan terigu menghasilkan perbedaan karakteristik pada daya kembang, namun tidak memberikan perbedaan pada kadar air, kadar abu dan kadar lemak. Kadar air kerupuk sagu yang dihasilkan sudah memenuhi SNI 01-4307-1996. Pengujian sensori menunjukkan bahwa formulasi pati sagu, tapioka dan terigu mempengaruhi warna kerupuk dan kesukaan keseluruhan, namun tidak mempengaruhi kerenyahan dan rasa kerupuk sagu yang dihasilkan.</p>2024-12-31T00:00:00+00:00Copyright (c) 2024 Jurnal Pengolahan Pangan