EKSTRAKSI PEWARNA ALAMI KULIT BUAH NAGA MERAH

  • Siti Fathurahmi Universitas Alkhairaat
  • If'all Universitas Alkhairaat
  • Spetriani Universitas Alkhairaat
Keywords: pewarna alami, kulit buah naga, antosianin, antioksidan

Abstract

Penelitian dilakukan menggunakan desain  3 faktor yakni jenis kemasan, waktu dan suhu penyimpanan. Parameter yang diamati selama penelitian adalah rendemen ekstraksi, total antosianin, dan uji aktivitas antioksidan. Tujuan penelitian ini adalah untuk mengetahui rendemen ekstrak kulit buah naga merah serta kadar antosianin dan antioksidan dari  pewarna alami yang terkandung dalam kulit buah naga merah. Sebanyak 50 g kulit buah naga merah  dihaluskan menggunakan blender selama 30 detik dengan perbandingan 1:4 (bahan : pelarut). Pelarut yang digunakan yaitu aquades dengan konsentrasi asam sitrat 2%. Bubur kulit buah naga merah dimasukkan kedalam botol gelap dan maserasi selama 2 x 24 jam pada suhu ruang. Hasil maserasi (maserati) disaring dengan kain saring lalu disentrifuge selama 5 menit dengan kecepatan 4000 rpm/menit. Supernatan disaring dengan kertas whatman no. 41. Hasil penelitian menunjukan bahwa rendemen ekstraksi kulit buah naga merah sebesar 45%. Kadar total antosianin terbaik yang terkandung dalam ekstraksi kulit buah naga merah adalah 38,33 mg/100 g yang diperoleh melalui perlakuan kemasan transparan yang disimpan pada suhu refrigerator selama 4 minggu. Sedangkan aktivitas antioksidan menunjukkan bahwa hasil terbaik yaitu 80,13 % yang diperoleh melalui perlakuan penyimpanan menggunakan kemasan gelap selama 4 minggu dalam suhu refrigerator.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Bernad, C., Yenie, E., & Heltina, D. (2012). Ekstraksi Zat Warna dari Kulit Manggis.
Citramukti, I. (2008). Ekstraksi dan Uji Kualitas Pigmen Antosianin pada Kulit Buah Naga Merah (Hylocereus costaricensis) (Kajian Masa Simpan Buah dan Penggunaan Jenis Pelarut). Agroindustri, L, 4730015.
Hidayah, T. (2013). Uji Stabilitas Pigmen dan Antioksidan Hasil Ekstraksi Zat Warna Alami dari Kulit Buah Naga (Hylocereus undatus). Oncogene, 29(18), 2616–2627. http://www.ncbi.nlm.nih.gov/pubmed/20154724%0Ahttp://www.pubmedcentral.nih.gov/articlerender.fcgi?artid=PMC3378055%0Ahttp://lib.unnes.ac.id/id/eprint/19663
Jackman, R. L. & J. L. Smith.(1996). Anthocyanins and Betalains. Di dalam Natural Food Colorants. Hendry, G. A. F. dan J. D. Houghton (ed.). 1996. 2nd ed. Blackie Academic & Proffesional. London.
Markakis, P. (1982). Anthocyanins as Food Additives. Di dalam Anthocyanins as Food Colors. Academic Press, New York. 293 pp.
Nurliyana, R., Syed Zahir, I., Mustapha Suleiman, K., Aisyah, M. R., & Kamarul Rahim, K. (2010). Antioxidant study of pulps and peels of dragon fruits: A comparative study. International Food Research Journal, 17(2), 367–375.
Purnomowati. (2016). Manfaat Buah Naga. http://bio.unsoed.ac.id/sites (Akses 24 November 2021).
Putri, N. K. M., Gunawan, I. W. G., & Suarsa, I. W. (2015). Aktivitas Antioksidan Antosianin Dalam Ekestrak Etanol Kulit Buah Naga Super Merah (Hylocereus costaricensis) dan Analisis Kadar Totalnya. Jurnal Kimia, 9(2), 243–251.
Selvi, A.T., Joseph, G.S., & Jayapura G.K. (2003). Inhibitor of Growth and Aflatoksin Production in Aspergilus Flavus by Garcinia Indica extract and antioxidant activity. Journal Food Microbilogy, 20:455-460.
Published
2022-12-30
Section
Articles