PENAMBAHAN RAGI ROTI DAN LAMA FERMENTASI PADA PROSES PENGOLAHAN VIRGIN COCONUT OIL

  • Sitti Fathurahmi Universitas Alkhairaat
  • Spetriani Universitas Alkhairaat
  • Asrawaty Universitas Alkhairaat
  • Pon Hadi Siswanto Universitas Alkhairaat
Keywords: VCO, minyak murni, ragi roti, lama fermentasi

Abstract

Salah satu produk olahan buah kelapa adalah Virgin Coconut Oil (VCO) yang diolah pada suhu rendah sehingga kandungan yang penting dalam minyak tetap dapat dipertahankan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengkaji pengaruh berbagai penambahan ragi roti dan lama fermentasi pada proses pembuatan VCO terhadap mutu VCO berupa rendemen, kadar air, asam lemak bebas, kejernihan dan penerimaan aroma dan warna VCO. Penambahan ragi roti sebanyak 8 g, 10 g, dan 12 g dengan lama fermentasi 12 jam dan 24 jam. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perlakuan penambahan ragi roti 12 g dan lama fermentasi selama 24 jam menghasilkan rendemen terbanyak sebesar 17.73 %. Kadar air minyak paling rendah terdapat pada perlakuan 10 g ragi roti dan lama fermentasi 24 jam. Tingkat kejernihan tertinggi 96.17 % terdapat pada perlakuan ragi roti 12 g dan lama fermentasi 12 jam. Asam lemak bebas terendah pada penambahan ragi roti 8 g dan lama fermentasi 12 jam. Perlakuan berbagai kadar ragi roti dan lama fermentasi tidak berpengaruh nyata terhadap uji organoleptik baik warna maupun aroma berturut-turut adalah 3,44 (netral) dan 3,44 (netral).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Alamsyah, Andi Nur. 2005. Virgin Coconut Oil Minyak Penakluk Aneka Penyakit. Agro Media Pustaka. Jakarta AOAC. (1995). Official Methods of Analysis of Association of Official Analytical Chemist. AOAC International. Virginia USA.

APCC. (1996). Coconut Statistical Yearbook 2006. Jakarta: APCC.

Aprilasani Zeffa. (2014). Pengaruh Lama Waktu Pengadukan dengan Variasi Penambahan Asam Asetat dalam Pembuatan Virgin Coconut Oil (VCO) dari Buah Kelapa. Konversi.

BSN, 2008. SNI 73812008: Syarat Mutu Minyak Kelapa Virgin (VCO). (ID). Badan Standarisasi Nasional, Jakarta.

Costa, J. A., Lucas, E. F., Queirós, Y. G. C., & Mansur, C. R. E. (2012). Evaluation of nanoemulsions in the cleaning of polymeric resins. Colloids and Surfaces A: Physicochemical and Engineering Aspects. https://doi.org/10.1016/j.colsurfa.2012.10.011

Damin, S. H., Alam, N., & Sarro, D. (2017). Karakteristik Virgin Coconut Oil (VCO) Yang Di Panen Pada Berbagai Tempat Tumbuh. J Agrotekbis.

Meilina, H., Asmawati, A., & Moulana, R. (2016). Kajian Penambahan Ragi Roti Dan Perbandingan Volume Starter Dengan Substrat Terhadap Rendemen Dan Mutu Virgin Coconut Oil (Vco). Jurnal Sains Dan Teknologi Reaksi. https://doi.org/10.30811/jstr.v8i1.127

Ngatemin, N., Nurrahman, N., & Isworo, J. (2013). Pengaruh Lama Fermentasi Pada Produksi Minyak Kelapa Murni (Virgin Coconut Oil) Terhadap Sifat Fisik, Kimia, Dan Organoleptik. Jurnal Pangan Dan Gizi. https://doi.org/10.26714/jpg.4.2.2013.

Palungkun, R. 1992. Aneka Produk Olahan Kelapa. Penebar Swadaya. Jakarta.

Setiaji, B. dan S. Prayugo, 2006. Membuat VCO Berkualitas Tinggi. Penebar Swadaya, Jakarta.

Sipahelut, S. G. (2011). Sifat Kimia dan Organoleptik Virgin Coconut Oil Hasil Fermentasi Menggunakan Teknik Pemecah Rantai. Jurnal Agroforestri.

Sopianti, D. S., Herlina, H., & Saputra, H. T. (2017). Penetapan Kadar Asam Lemak Bebas Pada Minyak Goreng. Jurnal Katalisator. https://doi.org/10.22216/jk.v2i2.2408

Waisundara, V. Y., Perera, C. O., & Barlow, P. J. (2007). Effect of different pre-treatments of fresh coconut kernels on some of the quality attributes of the coconut milk extracted. Food Chemistry. https://doi.org/10.1016/j.foodchem.2006.02.032

Witono, Y., & Subagio, A. (2013). Ekstraksi Virgin Coconut Oil Secara Enzimatis Menggunakan Protease dari Tanaman Biduri (Calotropis gigantea). Agritech: Jurnal Fakultas Teknologi Pertanian UGM, 27(3), 100–106. https://doi.org/10.22146/agritech.9597

Published
2020-12-30
Section
Articles