BUTTER COOKIES SUBTITUSI TEPUNG BIJI DURIAN : MODERNISASI DAN INOVASI KULINER KHAS KOTA SERANG SEBAGAI UPAYA PEMANFAATAN LIMBAH DURIAN

  • Novita Widyastuti Sugeng Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
  • Ira Mayasari Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
  • Heny Ratnaningtyas Sekolah Tinggi Pariwisata Trisakti
Keywords: Butter Cookies, Tepung Biji Durian, Inovasi Kuliner

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui daya terima masyarakat, karakter sensorik, kemasan menarik dan untuk mengetahui kandungan gizi butter cookies dengan substitusi tepung biji durian dari sampel terbaik. Metode menggunakan menggunakan Rancangan Acak Lengkap. Berdasarkan hasil uji ANOVA, dari segi warna (0,000 < 0,05) menunjukkan bahwa terdapat perbedaan yang signifikan, dari segi rasa (0,224 > 0,05), dari segi aroma (0,608 > 0,05) dan dari segi tekstur (0,712 > 0,05) menunjukan bahwa tidak terdapat perbedaan. Pada uji laboratorium, terpilih sampel terbaik adalah butter cookies dengan 90% tepung biji durian, karena yang banyak disukai oleh panelis dan merupakan makanan sumber energi 539,79 Kkal. Berdasarkan syarat mutu biskuit,  kandungan protein butter cookies 90% tepung biji durian berada di bawah syarat mutu biskuit (3,96g/100g ) dan hasil analisis kandungan air butter cookies 90% tepung biji durian telah memenuhi syarat mutu biskuit (4,70g/100g). Takaran saji untuk butter cookies dengan 90% tepung biji durian adalah sebesar 20 gr atau sama dengan 5 keping dengan masing-masing keeping sebesar 4 gr. Kemasan paling banyak disukai yang berbentuk tabung (3,50) ketimbang yang berbetuk box (3,0). Kesimpulan, Butter cookies tepung biji durian dapat diterima masyarakat, tepung biji durian dapat digunakan dalam pembuatan butter cookies dan merupakan makanan sumber energi.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Anton. (2013). Pemanfaatan Limbah Biji Durian Sebagai Bahan Penstabil Eskrim Susu Sapi Perah. Bengkulu: Universitas Bengkulu.
Aprianto, A. (2006). Bahan Pembuat Bakery dan Kue. Diakses tanggal 2 Februari 2020 dari http://dunia.pelajarislam.or.id.
Bogasari. (2018). Seputar Tepung Terigu. Diakses tanggal 25 januari 2020 dari https://www.bogasari.com/product/tepung terigu.
Choudhury, M., Laxmikant S., Badwaik, P. K. B, Nandan, S., & Sankar, C. D. (2015). Influence of bamboo shoot powder fortification on physico-chemical, textural and sensory characteristics of biscuits. J Food Sci Technology, 52(10): 6742–6748.
Darmawan, E. W., Purwijantiningsih, L. M. E., & Pranata, S. (2013). Kualitas selai lembaran durian dengan kombinasi daging buah dan albedo durian. Skripsi. Fakultas Tekno Biologi Universitas Atma Jaya Yogyakarta.
Direktorat Jenderal Kesehatan Masyarakat. (2017). Tabel Komposisi Pangan Indonesia. Jakarta: Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.
Harmiatun. (2014). Pemanfaatan Limbah Biji Durian. Proyek Akhir. Jakarta: Universitas Kristen.
Purnomosidhi. (2012). Budidaya Tanaman Durian. Jakarta: PT Karya Nusantara.
Made, Astawan. (2019). Tepung Biji Durian. Jakarta: Majalah Femina.
Sistanto., Sulistyowati, E., & Yuwana. (2017). Pemanfaatan Limbah Biji Durian (Durio zibethinus murr) Sebagai Bahan Penstabil Eakrim Susu Sapi Perah. Jurnal Sain Peternakan Indonesia, 12(1): 9-23.
Smith. 2012. Latar Belakang Cookies. Proyek akhir. Universitas Muhammadiah Surakarta.
Zaman, A. U, & Lehmann, S. (2013). The zero waste index: a performance measurement tool for waste management systems in a ‘zero waste city’. Journal of Cleaner Production,50: 123-132.
Published
2021-06-28
Section
Articles