PENGARUH PENAMBAHAN BUBUK JAHE MERAH TERHADAP ORGANOLEPTIK TEH CELUP DAUN KELOR (Moringa oleifera)

  • Siti Fatima Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Mujahidin, Tolitoli
  • Masriani Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Mujahidin, Tolitoli
  • Idrus Sekolah Tinggi Ilmu Pertanian (STIP) Mujahidin, Tolitoli
Keywords: bubuk jahe, daun kelor, teh celup

Abstract

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh penambahan bubuk jahe merah terhadap organoleptik teh celup daun kelor. Penelitian ini dilaksanakan di Laboratorium Ilmu-ilmu Pertanian STIP Mujahidin Tolitoli Kelurahan Tuweley Kabupaten Tolitoli, pada bulan Mei sampai Juli 2020. Penelitian ini menggunakan Rancangan Acak Lengkap yang terdiri dari 5 perlakuan yaitu  i1: tanpa penambahan bubuk jahe, i2: penambahan bubuk jahe 4% (b/b), i3: penambahan bubuk jahe 8% (b/b),  i4: penambahan bubuk jahe 12% (b/b), dan  i5: penambahan bubuk jahe 16% (b/b), setiap perlakuan diulang sebanyak 3 kali dan diuji menggunakan uji organoleptik dengan 30 panelis. Data diolah menggunakan analisis sidik ragam, dan diuji lanjut menggunakan Beda Nyata Terkecil taraf 5%. Hasil penelitian menunjukkan bahwa penambahan bubuk jahe pada teh celup daun kelor berpengaruh nyata terhadap rasa, aroma, dan keseluruhan teh celup dan kelor akan tetapi tidak berpengaruh terdahap warna dan tingkat kejernihan teh. Semakin banyak penambahan bubuk jahe pada teh daun kelor maka nilai organoleptik dari panelis semakin tinggi. Perlakuan terbaik penambahan bubuk jahe pada teh celup daun kelor rasa jahe dengan penambahan jahe sebanyak 16%, dengan nilai kesukaan panelis secara keseluruhan sebesar 3,80 (agak suka).

Downloads

Download data is not yet available.

References

Koswara, S. 2009. Teknologi Modifikasi Pati. Ebookpangan.com
Foriah, D. 2015. Aktivitas Antioksidan Dan Kelor Dengan Variasi Lama Pengeringan Dan Aktivitas Antioksidan Dan Sifat Organoleptik Teh Daun Kelor Dengan Variasi Lama Pengeringan Dan Organoleptik Teh Daun Kelor Dengan Variasi Lama Pengeringan Dan Penambahan Jahe Jahe Serta Lengkuas Sebagai Perasa Alami. Universitas Muhammadiyah Surakarta
Hanafiah, K. A. 2004. Rancangan Percobaan Teori dan Aplikasi Edisi Revisi. Jakarta: Raga Grafindo Persada.
Khan N, Afaq F, Saleem M, Ahmad N, Mukthar H. 2006. Targeting multiple signaling pathways by green tea polyphenol (-)-Epigallocatechin-3-gallate. American Association for Cancer Research (5) 2500-2505.
Kholis, N., dan Hadi, F. 2010. Pengujian Bioassay Biskuit Balita Yang Disuplementasi Konsentrat Protein Daun Kelor (Moringa oleifera) Pada Model Tikus Malnutrisi. Jurnal Teknologi Pertanian Vol. 11 : 3. Universitas Ma Chung. Malang.
Krisnadi, A Dudi. 2013. e-Book Kelor Super Nutrisi. Blora: KELORINA.COM.
Krisnadi., A D. 2014. Kelor Super Nutrisi. Pusat Informasi Dan Pengembangan Tanaman Kelor Indonesia.
Moore RJ, Jackson KG, Minihane AM. 2009. Green tea (Camellia sinensis) catechins and vascular function. British Journal of Nutrition (102) 1780 –1802.
Nasir A., Laila, S., dan Fadlan H. 2020. Pemanfaatan Kulit Buah Naga (Hylocereus polyrhizus) sebagaiBahan Baku Pembuatan Teh Celup Herbal dengan Penambahan Kayu Manis (Cinnamons lumbini L). Serambi Saintia Jurnal Sains dan Aplikasi Volume VIII, No.1, April 2020 pISSN 2337 – 9952. eISSN 2656 – 8446
Putri N. 2014. Pengaruh Pemberian Teh Daun Kelor (Moringa oleifera) Setelah Dan Sebelum Terhadap Glukosa Darah Post-Pandrial Dewasa Sehat. IPB. Bogor.
Small, Ernest. 2012. Top 100 exotic food plants. New York (US): CRC Press.
Vuong VQ, Golding JB, ,CE,Nguyen MH, Roach PD. 2010. Extraction and isolation of cathecins from tea. J. Sep Sci, (34) 3099-3106.
Yulianti, R. 2008. Pembuatan Minuman Jeli Daun Kelor (Moringa oleifera Lamk) Sebagai Sumber Vitamin C Dan ß-Karoten. [Skripsi] Program Studi Gizi Masyarakat Dan Sumber Daya Keluarga Fakultas Pertanian. Institut Pertanian Bogor
Zhen YS, Chen ZM, Cheng SJ, Chen ML. 2002. TEA bioactivity and therapeutic potential. London (UK): Taylor & Francis Inc.
Published
2020-12-30
Section
Articles